Sejarah Desa
Desa Bogangin bermula dari pembabadan hutan oleh seseorang atau sekelompok
orang yang kemudian dijadikan tempat bermukim dan mencari makan.
Berawal dari pecahnya kademangan Gumelem akibat perebutan kekuasaan
sehingga banyak kawula kademangan yang pergi meninggalkan kampung
halamannya. Sekelompok kawula tersebut sampai pada suatu wilayah yang masih
berhutan lebat sebagaimana layaknya hutan tropis. Mereka membabat hutan serta
membakarnya untuk dijadikan tempat tinggal dan tempat berladang. Dalam
melakukan pepergian ke tempat yang baru, para kawula kademangan
menggunakan Gebog ( keranjang ) yang terbang dibawa angin. Sehingga muncul
kata Gebog dibawa Angin, dan karena terlalu panjang diucapkan para sekelompok
penduduk yang melihat dan menyebutnya Bog-angin, lama kelamaan terkenal
dengan sebutan “ Bogangin “.
Karena itu sampai sekarang masih ada sekelompok masyarakat yang
kehidupannya masih membaur dengan masyarakat Gumelem, baik adat istiadat
maupun tradisi.
Pemerintahan Desa Bogangin sejak dulu sampai saat ini telah beberapa kali
dipimpin oleh kepala Pemerintahan Desa. Beberapa kepala pemerintahan Desa
Bogangin antara lain adalah sebagai berikut :
Perioda tahun 1901 – 1921 : Atmayasa
Perioda tahun 1921 – 1944 : Dawikarta
Perioda tahun 1944 – 1944 : Muhammad ( hanya 40 hari )
Perioda tahun 1936 – 1944 : Ahmad
Perioda tahun 1945 – 1987 : Paiso
Perioda tahun 1987 – 1988 : Pj Kades ( Kasiman PNS Kec. Sumpiuh)
Perioda tahun 1988 – 1992 : Sukemi
Perioda tahun 1992 – 1995 : Sarto Diharjo.
Perioda tahun 1995 – 2002 : Edi Santoso
Perioda tahun 2002 – 2007 : Sarto Diharjo
Perioda tahun 2007 – 2013 : Sukana
Perioda tahun 2013 – SEKARANG : MISNAD